Salah satu bentuk dukungan RS Jogja terhadap program penurunan prevalensi stunting wasting adalah dengan melatih tenaga medis dan tenaga kesehatan. Pelatihan yang dilaksanakan secara hybrid pada hari Kamis, 29 Januari 2026 digawangi tim stunting dan wasting. Pelatihan ini dikuti oleh 200 peserta terdiri dari tenaga medis dan tenaga kesehatan internal RS Jogja.
Stunting dan wasting merupakan salah satu permasalahan gizi di Indonesia sehingga penurunan prevalensi stunting dan wasting menjadi salah satu program nasional. Angka kelahiran bayi di Rumah Sakit Jogja tercatat masih banyak bayi yang dilahirkan mengalami gangguan pertumbuhan (growth falthering), sementara di Indonesia tercatat merupakan tertinggi kedua setelah Kamboja. Pelatihan program penurunan prevalensi stunting dan wasting di Rumah Sakit Jogja dilaksanakan agar tenaga medis dan tenaga kesehatan memahami bahwa program ini bisa terlaksana dengan dukungan tim, komitmen serta kolaborasi yang baik serta konsisten dari semua pihak yang terlibat.
Sebagai
narasumber pelatihan adalah dr. Ade Setyagraha, Sp.OG tentang Strategi
Pencegahan Stunting Sejak Masa Kehamilan dengan tema “Investasi Masa
Depan Generasi Kota Yogyakarta”. dr. Ade menyampaikan bahwa intervensi saat
hamil jauh lebih efektif dan efisien daripada mengobati anak yang sudah
stunting. Narasumber kedua, dr. Rivadin Nurwan, MSc, Sp.A menyampaikan
tentang pengertian stunting wasting dan program kerja tim stunting
wasting. Rivadin menekankan bahwa stunting adalah kondisi terminal,
sehingga diharapkan bisa ditemukan sebelum kondisi stunting pada usia 2 tahun
pertama. Peran tenaga kesehatan sangat penting dalam deteksi dini weight
faltering yang berisiko terjadi stunting. Bahkan, konsumsi satu butir telur ayam selama periode MPASI 6 – 9 bulan
dapat menurunkan prevalensi sebanyak 47%, ujarnya.Di
sesi akhir, Novi Kusumastuti, Amd.Gz menyampaikan tentang Skrining Gizi, peran
Ahli Gizi pada kasus stunting salah satunya dengan melakukan asesmen gizi
sehingga dapat diketahui pasien yang berisiko malnutrisi. Selain itu Novi juga
menyampaikan tata cara pengisian electronic
medical record (EMR).
Pelatihan ini
diharapkan dapat membekali tenaga medis dan tenaga kesehatan yang terlibat
dalam program penurunan prevalensi stunting
dan wasting di rumah sakit
Jogja. Tidak hanya sekedar terpapar ilmu pengetahuan, melainkan
mengimplementasikan sesuai profesi masing – masing sehingga program berjalan
dengan baik dan mencapai tujuan.