Pengendalian kasus malaria harus dilakukan secara komprehensif guna menurunkan angka kesakitan dan kematian serta mencegah munculnya Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria. RS jogja pada Senin, 4 Agustus menerima kunjungan tim monitoring dan evaluasi (monev) dari Dinas Kesehatan DIY dan Kota Yogyakarta. Kegiatan monev ini senyampang dengan penunjukan RS Jogja sebagai RS rujukan malaria di Kota Yogyakarta.
Kunjungan ini sebagai upaya monev tatalaksana malaria di RS Jogja, ungkap dr. Ari Kurniawati, MPH selaku Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan tidak Menular Dinas Keshatan DIY. Selain dari Dinas Kesehatan DIY, ikut serta dalam monev adalah dr. Endang Srirahayu beserta tim dari seksi pencegahan penyakit menular Dinas kesehatan Kota Yogyakarta.
Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok risiko tinggi yaitu bayi, anak balita, ibu hamil, selain itu malaria secara langsung menyebabkan anemia dan dapat menurunkan produktivitas kerja. Untuk itu, upaya pengendalian secara komprehensif harus dilakukan secara terintegrasi antara pelayanan kesehatan dasar ataupun program lainnya.
(SKS)