Jogja

RUMAH SAKIT JOGJA

RSUD Kota Yogyakarta

Matangkan Kompetensi: RSUD Kota Yogyakarta Latih Peserta OJT Skrining dan Tatalaksana Gangguan Pendengaran

23 Jul 2025

Guna matangkan kompetensi tenaga medis dan tenaga kesehatan, RSUD Kota Yogyakarta melatih 40 tenaga kesehatan dan tenaga medis puskesmas wilayah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman dalam kegiatan On The Job Training (OJT). Kegiatan ini dilaksanakan secara classical di aula utama dan skill station di klinik THT RSUD Kota Yogyakarta pada Rabu, 23 Juli 2025. Tujuan utama kegiatan OJT ini adalah untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam implementasi skrining, deteksi dini serta tatalaksana penanggulangan gangguan pendengaran dan ketulian.

Gangguan pendengaran masih menjadi masalah kesehatan, baik secara global maupun nasional. Gangguan pendengaran dapat terjadi pada semua kelompok umur, mulai dari bayi baru lahir hingga lansia, namun seringkali hal ini belum menjadi perhatian dan diabaikan begitu saja hingga menimbulkan masalah kedisabilitasan. Penanggulangan gangguan pendengaran merupakan upaya pemerintah dalam rangka pembangunan kesehatan serta menangulangi dampak disabilitas yang ditimbulkan.

Deteksi dini berbasis faskes yang terintegrasi di layanan primer dan pelayanan terpadu (PTM) merupakan salah satu upaya menemu kenali gangguan pendengaran yang selanjutnya dilakukan tatalaksana sesuai dengan indikasi. Pendekatan yang digunakan adalah melalui On The Job Training (OJT) untuk meningkatkan kapasitas dokter, perawat atau bidan dalam penanggulangan gangguan pendengaran dan ketulian.

Dokter Spesialis THT RSUD Kota Yogyakarta, dr. Anggoro Eka Raditya, Sp. THT-KL dan dr. Indera Istiadi, Sp.THT melakukan sharing knowledge kepada para peserta OJT dilanjutkan praktik lapangan (skill station). Pada sesi praktik lapangan peserta diajak melihat langsung praktik tatalaksana penanganan gangguan pendengaran dan ketulian berkelompok dan bergantian di Klinik THT. OJT ini tentunya diikuti dengan supervisi sebagai evaluasi kompetensi peserta pelatihan, yaitu dengan adanya pre test di awal pelatihan dan post test pada akhir pelatihan.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Kesehatan di setiap lini pelayanan kesehatan. Dengan adanya peningkatan kapasitas dan kompetensi dokter dan tenaga kesehatan dalam melakukan skrining, deteksi dini serta intervensi gangguan pendengaran dan ketulian mampu menurunkan angka kejadian gangguan pendengaran.