Yogyakarta – Perawat RS Jogja, Yosie Amylia, S.Kep.,Ns berhasil ciptakan inovasi UROsens 2.1 guna deteksi dini dan pencegahan gagal ginjal. UROsens 2.1 adalah perangkat berbasis Internet of Things (IoT) di bidang kesehatan yang dapat memberikan peringatan awal terjadinya nefropati diabetic melalui biomarker urinalisis. Transformasi digital ini memungkinkan pemantauan protein dan glukosa urin secara cepat dan terintegrasi.
UROsens 2.1 adalah perangkat portabel yang dikembangkan sejak tahun 2024, sehingga dapat mendeteksi kadar protein dan glukosa dalam urine secara otomatis dan dapat mengirimkan hasilnya secara real time. Perangkat ini menggunakan sensor warna TCS3200 yang terhubung dengan mikrokontroler ESP32, dan bisa diakses melalui aplikasi mobile melalui platform IoT.
Fitur notifikasi dini terdeteksinya peningkatan kadar protein atau glukosa dalam urine memungkinkan pengambilan tindakan guna mencegah diabetes berkembang menjadi kondisi gagal ginjal yang lebih parah. "Dengan alat ini, proses monitoring menjadi lebih cepat, mudah, dan murah," kata Yosie.
UROsens 2.1 mampu mengenali adanya protein dan glukosa dalam urine secara tepat dan sudah diujicoba bersama laboratorium Patologi Klinik RSUD Kota Yogyakarta. Hasil validasi dari ahli dan praktisi teknologi otomasi menunjukkan nilai rata-rata sebesar 3,73 dengan kategori "Sangat Baik", tidak hanya pada fungsi alat namun juga pada kenyamanan pengguna maupun tampilan desainnya.
“Pengguna inovasi ini baik pasien, masyarakat atau kader kesehatan hanya perlu memasukkan kertas uji urine ke dalam alat dan hasilnya langsung muncul tanpa perlu diartikan secara manual”, terang Yosie.
Selain di Rumah Sakit, UROsens 2.1 ini juga sudah digunakan dalam kegiatan Posyandu Lansia Wredha Mandiri RW 11 Sorosutan, Kelurahan Umbulharjo, Yogyakarta sejak September 2024. Sebanyak 68 lansia dengan faktor risiko diabetes dan gangguan ginjal sudah dipantau menggunakan alat ini.
UROsens 2.1 ini memperkuat peran perawat sebagai educator dan agent of change dengan pendekatan berbasis komunitas. Perubahan positif dan signifikan terlihat pada sekitar 54% responden tidak lagi di temukan adanya protein dan glukosa dalam urin pada pemeriksaan kedua. Dari evaluasi lanjutan diketahui jika mayoritas responden sudah merubah perilaku dengan aktif melakukan kontrol rutin dan konsumsi obat secara teratur.
UROsens 2.1 ini menghantarkan Yosie sebagai Tenaga Kesehatan Teladan tingkat Kota Yogyakarta tahun 2024 dan Tenaga Kesehatan Teladan Rumah Sakit Kelompok A tahun 2025. Direktur RSUD Kota Yogyakarta, dr. Ariyudi Yunita, MMR juga menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Inovasi UROsens 2.1 dinilai sejalan dengan transformasi digital layanan kesehatan dan program prioritas promotif dan preventif yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan.
Prestasi tersebut membuktikan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari laboratorium besar, tetapi bisa tumbuh dari kepedulian seorang perawat terhadap pasien dan masyarakat yang akan berdampak nyata bagi kesehatan masyarakat.
Dengan dua penghargaan prestisius yang diraih secara berturut-turut di tingkat kota Yogyakarta dan provinsi DIY, inovasi ini diharapkan dapat direplikasi oleh fasilitas pelayanan kesehatan khususnya di level Puskesmas dan Posyandu.
(SKS).