Jogja

RUMAH SAKIT JOGJA

RSUD Kota Yogyakarta

RS JOGJA ADAKAN INHOUSE TRAINING PENGELOLAAN OUTBREAK PASIEN AIRBORNE DISEASE

09 Feb 2026

Sebagai upaya kewaspadaan dini terhadap wabah airborne disease, RS Jogja adakan inhouse training pengelolaan outbreak pasien airborne disease pada Senin, 9 Februari 2026. Kegiatan dilaksanakan di Aula Utama Rumah Sakit Jogja secara hybrid pada hari Senin, 9 Februari 2026, diikuti oleh 315 peserta terdiri tenaga medis dan tenaga kesehatan RS Jogja.

Outbreak adalah suatu kejadian luar biasa dari penyakit infeksi, sebagai suatu proses penyebaran penyakit yang berinteraksi dengan factor lingkungan dengan manifestasi berpindahnya infeksi dari suatu kelompok dekat, yang dapat menyebar kepada jaringan masyarakat yang lebih luas. Inhouse Training Pengelolaan Outbreak Pasien Airborne Disease oleh Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit (PPIRS) dilaksanakan berdasar pada standar akreditasi rumah sakit, bahwa tenaga kesehatan memahami tentang adanya Manajemen Outbreak Pasien Airborne Disease di Rumah Sakit Jogja.

Narasumber inhouse training adalah dr. Anang Purwoko Atmojo, Sp.P (Dokter Spesialis Paru) dan Istiqomah S.Kep.,Ns.S.Kep.,M.Sc dari Komite PPIRS. Dokter Anang menyampaikan bahwa Rumah Sakit Jogja berada pada posisi strata utama berdasarkan Regionalisasi Pengampuan Layanan Respirasi dan TB, serta menekankan pentingnya kemampuan dan kompetensi rumah sakit dalam mengembangkan sumberdayanya untuk memiliki suatu jejaring dengan rumah sakit lain. Selanjutnya, Istiqomah menjelaskan tentang risiko airborne disease dan kewaspadaan dini outbreak airborne disease. Selain itu Istiqomah juga menjelaskan tata cara pemakaian dan pelepasan Alat Pelindung Diri (APD) dan praktik langsung untuk peserta yang hadir secara luring.

Inhouse training ini diharapkan dapat memperkuat pengetahuan dan kewaspadaan dini tenaga medis serta tenaga kesehatan di RS Jogja dalam menghadapi outbreak airborne disease. Tidak hanya tenaga medis dan tenaga kesehatan di lini pelayanan darurat tetapi semua petugas yang terkait dalam penanganan dan perawatan airborne disease.