Peringatan Hari Malaria Sedunia mengusung tema global "Driven to End Malaria: Now We Can. Now We Must.", yang diterjemahkan Kementerian Kesehatan RI menjadi tema nasional "Akhiri Malaria: Kita Harus, Kita Bisa!". Meskipun pencapaian nasional menunjukkan tren positif di mana sekitar 412 dari 514 kabupaten/kota (80 persen) di Indonesia kini telah resmi dinyatakan bebas malaria tetapi kita tidak boleh lengah. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan dinamika yang memerlukan perhatian serius, 706.297 kasus malaria tercatat secara nasional, yang menandakan adanya peningkatan sebesar 30 persen dibanding tahun sebelumnya, 95 % kasus masih terkonsentrasi di kawasan timur Indonesia, khususnya di wilayah Papua yang menjadi episentrum penularan utama. Risiko penularan kembali selalu mengintai daerah-daerah yang sudah bebas akibat tingginya mobilitas penduduk antardaerah (mobile migrant population).
Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Penyakit ini dapat berakibat fatal jika terlambat didiagnosis. Kenali gejala klinis utamanya berikut ini: demam tinggi yang terjadi secara berkala, menggigil parah disertai badan gemetar, sakit kepala hebat, mual, muntah, serta tubuh terasa sangat lemas. Sesuai dengan semangat "Kita Harus, Kita Bisa!", pemutusan rantai penularan nyamuk harus dimulai dari kesadaran lingkungan terkecil kita. Terapkan langkah pencegahan berbasis panduan Kementerian Kesehatan RI : Gunakan Kelambu,terutama jika Anda tinggal atau sedang bepergian ke wilayah yang masih endemis malaria, kendalikan sarang nyamuk dengan rutin melakukan gerakan 3M Plus, menata genangan air, rawa, serta area bekas galian tambang yang sering kali menjadi tempat berkembang biak nyamuk Anopheles, proteksi diri maksimal dengan menggunakan lotion antinyamuk dan pakaian lengan panjang saat beraktivitas di luar ruangan pada malam hari.
Target Indonesia untuk mencapai eliminasi malaria secara total menuntut kolaborasi tanpa henti. Lewat momentum ini, mari kita bersama-sama mengambil peran demi mewujudkan masa depan lingkungan yang sehat, aman, dan sepenuhnya bebas dari malaria.