Jogja

RUMAH SAKIT JOGJA

RSUD Kota Yogyakarta

Anda Kelompok Risiko Penyakit Jantung

25 Sep 2025

Jantung adalah pusat kehidupan kita, menjaganya tetap sehat dan berfungsi dengan baik adalah keharusan, bukan sekedar pilihan. Karena, sampai saat ini penyakit jantung masih menjadi ancaman global yang mematikan tidak terkecuali di Indonesia.

Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan penyakit jantung lainnya masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia, dengan angka kematian sebanyak 18 juta orang pertahun (WHO). Di Indonesia, penyakit jantung merupakan penyebab kematian tertinggi setelah stroke pada semua kelompok usia. Tren yang mengkhawatirkan bahwa penyakit jantung semakin banyak dialami oleh kelompok usia yang lebih muda, tidak hanya pada kelompok lanjut usia.

Ada dua kelompok risiko penyakit jantung. Pertama kelompok risiko yang tidak dapat dimodifikasi yaitu usia (risiko meningkat dengan bertambahnya usia), jenis kelamin (pria lebih berisiko, namun risiko pada wanita meningkat signifikan setelah menopause) dan riwayat keluarga dengan penyakit jantung.

Kedua, risiko yang dapat dimodifikasi melalui upaya pencegahan sebagai kunci utamanya. Beberapa penyakit yang dapat memicu munculnya penyakit jantung seperti hipertensi, diabetes dan cholesterol tinggi dapat dicegah sehingga meminimalkan risiko terkena penyakit jantung. Selain itu gaya hidup dan beberapa kondisi dapat dirubah atau dikendalikan seperti obesitas, gaya hidup sedentary (kurang gerak), merokok, konsumsi alcohol, stress berlebih dan pola makan yang tidak sehat.

Kabar baiknya, sekitar 80% penyakit jantung dapat dicegah dengan mengadopsi gaya hidup yang sehat. Terapkan pola makan seimbang dengan perbanyak buah dan sayur, konsumsi biji – bijian utuh dan protein tanpa lemak, batasi garam gula dan lemak jahat. Aktif bergerak minimal 30 menit sehari atau 150 menit perminggu. Pertahankan berat badan ideal, berhenti merokok dan konsumsi alcohol serta kelola stress. Tidak kalah penting, lakukan cek kesehatan berkala setidaknya cek tekanan darah, kadar kholesterol dan gula darah secara rutin.

Jangan abaikan perubahan detak jantung Anda (tidak teratur, terlalu cepat atau melambat). Segera periksa dan konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih awal.

(SKS).