Jogja

RUMAH SAKIT JOGJA

RSUD Kota Yogyakarta

Kencing Manis: Penyakit Serius Dengan Pertumbuhan Cepat

16 April 2025

Kencing manis atau Diabetes Mellitus merupakan penyakit serius dan merupakan salah satu penyakit dengan pertumbuhan tercepat. Kencing manis adalah penyakit metabolic kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) akibat adanya gangguan produksi insulin atau gangguan fungsi insulin. Menurut International Diabetic Federation (IDF, 2023) sebanyak 537 juta orang dewasa atau 1 dari 10 orang hidup dengan diabetes. Angka ini dperkirakan akan meningkat menjadi 643 juta pada tahun 2023, sedangkan di Indonesia, Kementerian Kesehatan (2023) melaporkan sebanyak 19,5 juta orang menderita diabetes.

Diabetes sering tidak disadari, namun beberapa tanda atau gejala umum bisa digunakan untk kewaspadaan. Menurut American Diabetes Association (2023) gejala umum yang muncul pada penderita diabetes antara lain: sering kencing terutama pada malam hari (poliuri), sering merasa haus (polidipsi), sering merasa lapar meskipun sudah makan (polifagia), terjadi penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, lemas dan mudah merasa Lelah, penglihatan kabur, luka yang sulit sembuh, dan kesemutan atau mati rasa pada tangan atau kaki (neuropati diabetic). Jika gejala tersebut muncul dan dirasakan seseorang maka segera cek kadar gula darah puasa (GDP normal ? 126 mg/dL) atau gula darah sewaktu (GDS) ? 200 mg/dL (PERKENI, 2021). 


Penting untuk memahami dan mengenal komplikasi dari penyakit ini karena ada beberapa komplikasi yang berat dan menyebabkan kematian. WHO (2023) merilis bahwa diabetes yang tidak terkontrol menyebabkan komplikasi serius. Komplikasi yang serius dan perlu diwaspadai diantaranya penyakit kardiovaskuler (penyebab 50% kematian pada penderita diabetes), gagal gijal (40% kasus cuci darah akiat diabetes), retinopati diabetic (penyebab utama kebutaan pada orang dewasa), neuropati diabetic (50% penderitanya mengalami kerusakan saraf), dan ulkus diabetic (luka yang tidak kunjung sembuh, berisiko d amputas 25 kali lebih tinggi).

Pengobatan diabetes saat ini bersifat individual, menurut ADA Standars o Care (2024) penanganan diabetes meliputi pemberian obat – obatan oral, terapi insulin, pengaturan diet rendag garam dan tinggi serat, olahraga aerobic dan resistance training minimal 150 menit per minggu, pemantauan kadar gula darah secara mandiri dan self - management education.

Diabetes bisa dicegah dan dikendalikan agar tidak terjadi komplikasi yang serius. Pencegahan diabetes primer bagi seseorang yang  bukan penderita diabetes meliputi pertama, jaga pola makan sehat, Batasi gula (<50 gr/hari) dan lemak jenuh (Kemenkes RI, 2023). Kedua, lakukan aktivitas fisik rutin 30 menit perhari, 5 kali seminggu (WHO, 2023). Ketiga, pertahankan berat badan ideal (Indeks Masa Tubuh kisaran 18,5 – 22,9). Keempat, hindari rokok dan alcohol berlebehan dan keenam lakukan skrining rutin jika memiliki factor risiko (usia >35 tahun, obesitas, riwayat keluarga). 

Pencegahan sekunder untuk mencegah komplikasi diabetes meliputi pertama, control gula darah dengan target HbA1C <7%. Kedua, lakukan control tekanan darah rutin. Ketiga, periksa kaki setiap hari untuk menghindari adanya luka pada kaki yang tidak disadari, jika perlu lakukan senam kaki diabetic. Keempat, lakukan skrining mata sekali setahun untuk mengetahui ada tidaknya retinopati diabetic. Kelima, lakukan pemeriksaan fungsi ginjal dan kadar albumin pada urine.

Diabaets mellitus atau kencing manis adalah penyakit yang serius tetapi dapat dikelola dengan melakukan deteksi dini, pengobatan yang tepat serta  menjaga pola dan gaya hidup sehat. Cek kadar gula darah secara rutin, bergabung dengan komunias diabetes dan konsultasi ke dokter untuk mencegah terjadi komplikasi serius.

(SKS)