Kanker kolorektal merupakan kanker paling umum di dunia dengan 1,8 juta kasus baru dan 861 ribu kematian setiap tahunnya (2018). di Indonesia, kanker ini menjadi penyebab kematian keempat tertinggi setelah kanker payudara, kanker leher rahim dan kanker paru.
Kaker kolorektal terjadi dan tumbuh di usus besar (kolon) dan rectal (rectum) dan mengalami tren peningkatan pada usia muda.di tahun 1995 - 2019, 11% peningkatan terjadi pada usia dibawah 50 tahun dan di tahun 2023 37% kasus baru terjadi di bawah usia 50 tahun. Sementara di Indonesia (2022), 446 kasus kanker kolorektal terdiagnosis pada kelompok usia 20 - 29 tahun.
Kasus ini bermula dari pertumbuhan abnormal di dinding usus dan berkembang menjadi kanker. selain adanya mutasi genetik dan peradangan kronis pada usus besar, gaya hidup tidak sehat memicu tumbuhnya sel ganas ini. Kurangnya aktifitas fisik, diet rendah serat dan tinggi daging olahan atau lemak serta obesitas, merokok dan konsumsi alkohol berlebih memungkinkan munculnya pertumbuhan kasus baru.
Adanya darah dalam feces, perubahan kebiasaan buang air besar (BAB) seperti diare atau sembelit berkepanjangan, penurunan berat badan drastis tanpa sebab jelas dan nyeri perut kronis perlu diwaspadai sebagai gejala awla dari kanker kolorektal.
Beberapa upaya pencegahan dapat dilakukan dengan memperbaiki pola makan dengan meningkatkan konsumsi makanan berserat (sayur, buah, gandum utuh), batasi daging olahan (sosis, bacon) dan lemak jenuh. Selain itu hindari rokok dan alkohol serta aktifitas fisik 15 menit per minggu. Lakukan skrining rutin lebih awal (sebelum usaia 45 tahun) jika memiliki faktor risiko tinggi anggota keluarga mempunyai riwayat kanker kolorektal.
(SKS).