Jogja

RUMAH SAKIT JOGJA

RSUD Kota Yogyakarta

Hepatitis: Pengertian, Jenis, Penyebab dan Pencegahan

25 Jul 2025

Hepatitis adalah peradangan yang mengenai organ hati (liver) yang dapat disebabkan oleh infeksi virus, konsumsi alkohol berlebihan, obat-obatan tertentu, atau penyakit autoimun. Hepatitis dapat bersifat akut (jangka pendek) atau kronis (jangka panjang). Jika tidak ditangani, hepatitis kronis dapat menyebabkan sirosis (pengerasan hati), kanker hati, atau gagal hati. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 354 juta orang di dunia hidup dengan hepatitis B dan C kronis. Angka kematian akibat hepatitis sekitar 1,1 juta kematian per tahun akibat infeksi hepatitis B dan C terutama akibat komplikasi seperti sirosis dan kanker hati.

Berdasarkan penyebabnya, hepatitis terbagi menjadi beberapa jenis. Pertama, hepatitis A disebabkan oleh virus hepatitis A yang menular melalui makanan atau minuman terkontaminasi tinja penderita (fecal-oral). Pada kasus ini biasanya sembuh sendiri tanpa berlanjut menjadi hepatitis kronis. Kedua, Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B yang menular melalui darah, cairan tubuh atau dari ibu ke bayi saat proses persalinan. Kasus ini dapat menjadi kronis dan menyebabkan pengerasan organ hati (sirosis) atau bahkan kanker hati. WHO (2021) mencatat sebanyak 296 juta orang hidup dengan hepatitis B kronis. Ketiga, hepatitis C disebabkan oleh virus hepatitis C yang menular melalui darah (jarum suntik, transfuse darah, tatoo yang tidak steril. Data WHO (2021) menyebutkan sekitar 58 juta orang memiliki infeksi akibat hepatitis C kronis ini. Kasus ini dapat disembuhkan dengan obat antivirus.

Keempat, hepatitis D yang hanya terjadi pada orang yang terinfeksi hepatitis B dan akan memperburuk kondisi hepatitis B. Kelima, hepatitis E yang mirip dengan hepatitis A, menular melalui air atau minuman terkontaminasi. Kasus ini sangat berisiko tinggi pada ibu hamil. Selain jenis hepatitis tersebut, ada juga kasus hepatitis yang disebabkan oleh konsumsi alcohol berlebihan (hepatitis alkoholik), akibat penggunaan obat – obatan atau keracunan (hepatitis toksik). Atau hepatitis akibat penyakit autoimun.

Gejala hepatitis bervariasi mulai dari yang ringan hngga berat sperti kelelahan, demam, mual dan muntah, nyeri perut (kanan atas) kulit dan mata kuning (jaundice), urine berwarna gelap dan feces pucat serta keluhan gatal – gatal. Pada kasus hepatitis kronis gejala mungkin saja tidak muncul sampai terjadi kerusakan hatoi yang parah.

Hepatitis dapat dicegah dengan beberapa cara, pertama, berikan vaksin hepatitis B pada anak dan jika memiliki risiko tertular lebih tinggi maka bisa diberikan vaksinasi hepatitis A dan B, vaksin ini tersedia dan terbukti efektif. Kedua, hindari kontaminasi dengan sering mencuci tangan memakai sabun  dan pastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi bersih serta matang. Ketiga, hindari penggunaan jarum suntik yang tidak steril, gunakan jarum suntik sekali pakai dan hindari berbagi alat cukur atau sikat gigi. Keempat, lakukan hubugan seksual yang aman, gunakan kondom untuk mencegah penularan hepatitis B dan C. Kelima, lakukan skrining kesehatan secara rutin jika memiliki risiko tinggi tertular (pekerja medis atau kesehatan). Keenam, berhenti konsumsi alcohol atau hindari alcohol berlebihan untuk mencegah kerusakan hati.

Hepatitis adalah penyakit serius namun dapat dicegah dengan variasi gaya hidup bersih dan sehat, hindari perilaku yang berisiko seperti konsumsi alcohol, hubungan seksual yang tidak aman, dan penggunaan jarum suntik secara bergantian. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat dapat mencegah timbulnya komplikasi yang fatal.

(SKS).