Hepatitis adalah peradangan yang
mengenai organ hati (liver) yang dapat disebabkan oleh infeksi virus, konsumsi
alkohol berlebihan, obat-obatan tertentu, atau penyakit autoimun. Hepatitis
dapat bersifat akut (jangka pendek) atau kronis (jangka panjang). Jika tidak
ditangani, hepatitis kronis dapat menyebabkan sirosis (pengerasan hati), kanker
hati, atau gagal hati. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),
sekitar 354 juta orang di dunia hidup dengan hepatitis B dan C kronis. Angka
kematian akibat hepatitis sekitar 1,1 juta kematian per tahun akibat infeksi
hepatitis B dan C terutama akibat komplikasi seperti sirosis dan kanker hati.
Berdasarkan penyebabnya, hepatitis
terbagi menjadi beberapa jenis. Pertama, hepatitis A disebabkan oleh virus
hepatitis A yang menular melalui makanan atau minuman terkontaminasi tinja
penderita (fecal-oral). Pada kasus ini biasanya sembuh sendiri tanpa berlanjut
menjadi hepatitis kronis. Kedua, Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B
yang menular melalui darah, cairan tubuh atau dari ibu ke bayi saat proses
persalinan. Kasus ini dapat menjadi kronis dan menyebabkan pengerasan organ
hati (sirosis) atau bahkan kanker hati. WHO (2021) mencatat sebanyak 296 juta
orang hidup dengan hepatitis B kronis. Ketiga, hepatitis C disebabkan oleh
virus hepatitis C yang menular melalui darah (jarum suntik, transfuse darah,
tatoo yang tidak steril. Data WHO (2021) menyebutkan sekitar 58 juta orang
memiliki infeksi akibat hepatitis C kronis ini. Kasus ini dapat disembuhkan
dengan obat antivirus.
Keempat, hepatitis D yang hanya
terjadi pada orang yang terinfeksi hepatitis B dan akan memperburuk kondisi
hepatitis B. Kelima, hepatitis E yang mirip dengan hepatitis A, menular melalui
air atau minuman terkontaminasi. Kasus ini sangat berisiko tinggi pada ibu hamil.
Selain jenis hepatitis tersebut, ada juga kasus hepatitis yang disebabkan oleh
konsumsi alcohol berlebihan (hepatitis alkoholik), akibat penggunaan obat –
obatan atau keracunan (hepatitis toksik). Atau hepatitis akibat penyakit
autoimun.
Gejala hepatitis bervariasi mulai
dari yang ringan hngga berat sperti kelelahan, demam, mual dan muntah, nyeri
perut (kanan atas) kulit dan mata kuning (jaundice), urine berwarna gelap dan
feces pucat serta keluhan gatal – gatal. Pada kasus hepatitis kronis gejala
mungkin saja tidak muncul sampai terjadi kerusakan hatoi yang parah.
Hepatitis dapat dicegah dengan
beberapa cara, pertama, berikan vaksin hepatitis B pada anak dan jika memiliki
risiko tertular lebih tinggi maka bisa diberikan vaksinasi hepatitis A dan B,
vaksin ini tersedia dan terbukti efektif. Kedua, hindari kontaminasi dengan
sering mencuci tangan memakai sabun dan
pastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi bersih serta matang. Ketiga,
hindari penggunaan jarum suntik yang tidak steril, gunakan jarum suntik sekali
pakai dan hindari berbagi alat cukur atau sikat gigi. Keempat, lakukan hubugan
seksual yang aman, gunakan kondom untuk mencegah penularan hepatitis B dan C. Kelima,
lakukan skrining kesehatan secara rutin jika memiliki risiko tinggi tertular
(pekerja medis atau kesehatan). Keenam, berhenti konsumsi alcohol atau hindari
alcohol berlebihan untuk mencegah kerusakan hati.
Hepatitis adalah penyakit serius
namun dapat dicegah dengan variasi gaya hidup bersih dan sehat, hindari
perilaku yang berisiko seperti konsumsi alcohol, hubungan seksual yang tidak
aman, dan penggunaan jarum suntik secara bergantian. Deteksi dini dan pengobatan
yang tepat dapat mencegah timbulnya komplikasi yang fatal.
(SKS).