Jogja

RUMAH SAKIT JOGJA

RSUD Kota Yogyakarta

Kenali Jenis dan Faktor Risiko Stroke

29 Oct 2025

Stroke adalah kondisi gawat darurat medis yang terjadi ketika pasokan darah ke bagian otak terputus. Tanpa darah, sel-sel otak kekurangan oksigen dan nutrisi, sehingga mulai mati dalam hitungan menit. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan otak permanen, cacat jangka panjang, atau bahkan kematian.

Secara umum stroke dibedakan menjadi tiga jenis utama: Pertama, Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling umum terjadi mencakup sekitar 80-85% dari semua kasus. Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah arteri yang membawa darah ke otak tersumbat oleh gumpalan darah atau plak (aterosklerosis). Sumbatan ini menghalangi aliran darah ke bagian otak tertentu. Di ibaratkan seperti pipa air yang tersumbat oleh kotoran sehingga air tidak bias mengalir.

Kedua, Stroke Hemoragik adalah jenis stroke yang terjadi ketika pembuluh darah di otak mengalami kebocoran atau pecah. Darah yang keluar menekan jaringan otak di sekitarnya dan menimbulkan kerusakan. Penyebab utamanya seringkali adalah tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol atau adanya aneurisma (tonjolan seperti balon pada dinding pembuluh darah yang lemah). Di ibaratkan Seperti selang air yang meledak sehingga air membanjiri area sekitarnya.

Ketiga, Serangan iskemik Transien (Transient ischemic attack/TIA). Sering disebut sebagai "stroke mini," TIA terjadi ketika aliran darah ke otak tersumbat hanya untuk sementara waktu (biasanya kurang dari 5 menit). Gejalanya mirip stroke, tetapi hilang dengan sendirinya. TIA adalah peringatan serius bahwa risiko stroke yang sesungguhnya sangat tinggi di masa depan.

Lalu, apa saja penyebab dan factor risiko stroke? Penyebab stroke berkaitan erat dengan jenisnya, tetapi ada faktor risiko yang umum dan dapat meningkatkan peluang terjadinya kedua jenis stroke tersebut. Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi  adalah usia, riwayat keluarga, jenis kelamin dan ras. Risiko stroke meningkat seiring dengan bertambahnya usia, terlebih jika memiliki riwayat keluarga yang menderita stroke. Pria memiliki risiko lebih tinggi, tetapi wanita lebih mungkin meninggal karena stroke, sementara ras keturunan Afrika-Amerika dan Hispanik memiliki risiko lebih tinggi.

Sedangkan factor risiko yang dapat dimodifikasi (dapat diubah) diantaranya tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, cholesterol tinggi, kegemukan, merokok dan alcohol serta gaya hidup sedentary (kurang gerak).

Stroke adalah penyakit yang berbahaya tetapi sebagian besar dapat dicegah. Dengan mengenali jenis dan faktor risikonya, kita dapat mengambil langkah proaktif untuk menjalani hidup yang lebih sehat.

(SKS).