Jogja

RUMAH SAKIT JOGJA

RSUD Kota Yogyakarta

Lawan Kanker Payudara: Pahami, Cegah dan Deteksi Dini

01 Sep 2025

Kanker payudara masih menjadi momok kesehatan paling serius terutama bagi perempuan. Selain angka kejadian yang tinggi, kanker payudara juga menjadi penyebab kematian tertinggi akibat kanker yang terjadi pada perempuan. Di perkirakan ada 22.430 kematian akibat kanker payudara di tahun 2022. Tren kanker payudara mayoritas (sekitar 70%) datang berobat saat sudah berada di stadium lanjut (stadium III dan IV).

Bermula dari sel – sel di jaringan payudara yang tumbuh secara abnormal dan tidak terkendali, sel ini dapat teraba sebagai benjolan. Jika tidak segera ditangani, sel kanker dapat menyebar (metastasis) ke bagian tubuh lain melalui jaringan limfa dan aliran darah. Perlu dipahami, tidak semua benjolan di payudara adalah kanker, namun setiap benjolan harus diperiksa untuk memastikan diagnosis yang tepat.

Deteksi dini dapat dimulai dengan mengenali kondisi diri sendiri. Waspadai jika ada benjolan di payudara atau ketiak yang teraba keras meskipun diawal tidak terasa sakit. Cermati juga adanya perubahan ukuran, bentuk atau kontur payudara. Amati apakah ada cairan yang spontan keluar dari puting payudara, terutama cairan bening atau darah. Lihat apakah ada perubahan kulit payudara seperti kemerahan, berkerut seperti kulit jeruk atau ada penebalan. Selain itu, lihat apakah puting payudara tertarik ke dalam dan ada rasa gatal, nyeri atau rasa terbakar di area payudara.

Lakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin setiap bulan setelah masa menstruasi selesai dan pemeriksaan peyudara klinis (SADANIS) oleh tenaga medis setidaknya sekali setahun.

Terpenting sebagai upaya pencegahan adalah menerapkan pola hidup sehat, pertahankan berat badan ideal, aktifitas fisik 30 menit sehari, hindari rokok dan alkohol serta konsumsi makanan bergizi seimbang, perbanyak serat dari buah dan sayur, serta batasi lemak jenuh.


(SKS).