Jogja

RUMAH SAKIT JOGJA

RSUD Kota Yogyakarta

Menjaga Kesehatan Tulang Tidaklah Rumit

18 Oct 2025

Tulang adalah penyangga tubuh kita yang membentuk struktur, melindungi organ vital, dan menjadi tempat melekatnya otot. Namun, seiring waktu, tanpa perawatan yang tepat, tulang dapat menjadi keropos dan rapuh (osteoporosis) yang secara signifikan meningkatkan risiko patah tulang.

Investasi untuk tulang sehat dimulai sejak dini dan berlanjut seumur hidup. Menjaga kesehatan tulang tidaklah rumit, dengan menggabungkan nutrisi tepat (Kalsium & Vitamin D), aktivitas fisik teratur, gaya hidup sehat, dan deteksi dini, Anda bukan hanya memperkuat tulang hari ini, tetapi juga membangun fondasi untuk masa depan yang aktif dan bebas dari patah tulang.

Pertama, penuhi asupan kalsium setiap hari. Kalsium adalah mineral pembangun utama tulang. Tubuh kita tidak memproduksi kalsium, jadi kita harus mendapatkannya dari makanan. Sumber terbaik dari susu dan produk olahannya (yogurt, keju), ikan teri dengan tulangnya, sarden, kacang almond, brokoli, dan sayuran hijau gelap seperti bayam dan kangkung. Kedua, jangan lupakan vitamin D sebagai kunci yang membuka pintu bagi kalsium untuk diserap oleh tubuh. Tanpa vitamin D yang cukup, kalsium yang Anda konsumsi tidak akan diserap secara optimal. Berjemurlah di bawah sinar matahari pagi (sebelum jam 10.00) selama 10-15 menit, beberapa kali seminggu serta konsumsi ikan berlemak (salmon, tuna, makarel), kuning telur, hati sapi, dan makanan yang difortifikasi vitamin D (seperti susu atau sereal).

Ketiga, aktif bergerak dan rutin berolahraga. Tulang adalah jaringan hidup yang akan menjadi lebih kuat ketika diberi tekanan. Olahraga teratur, khususnya latihan menahan beban, merangsang pembentukan tulang baru. Latihan beban (Weight-Bearing) dengan berjalan kaki, jogging, menari, naik-turun tangga, atau olahraga raket. Aktivitas ini memaksa tubuh Anda melawan gravitasi. Latihan kekuatan (Strength Training) seperti angkat beban, gunakan resistance band, atau lakukan gerakan seperti squat dan push-up. Latihan ini memperkuat otot yang mendukung tulang. Ke empat, terapkan gaya hidup sehat dan hindari pemicu keropos seperti merokok, konsumsi kafein dan alcohol, jaga berat badan ideal. Terlalu kurus (underweight) dapat meningkatkan risiko osteoporosis, sementara kelebihan berat badan memberi tekanan berlebih pada sendi dan tulang.

Kelima, lakukan pemeriksaan dan waspadai factor risikonya. Kenali faktor risiko seperti riwayat osteoporosis dalam keluarga, menopause dini pada wanita, konsumsi obat kortikosteroid dalam jangka panjang, dan penyakit tertentu seperti celiac atau gangguan tiroid. Skrining kepadatan tulang, jika Anda memiliki faktor risiko, terutama wanita di atas 65 tahun atau pria di atas 70 tahun, diskusikan dengan dokter tentang Bone Densitometry (DEXA Scan). Pemeriksaan ini mengukur kepadatan tulang dan mendeteksi osteoporosis sejak dini.

(SKS).