Jogja

RUMAH SAKIT JOGJA

RSUD Kota Yogyakarta

Perilaku Buruk Risiko Merusak Ginjal

17 Jun 2025

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatat adanya peningkatan signifikan perawatan penyakit ginjal kronis pada tahun 2024. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa pada tahun 2018, sekitar 739.200 jiwa usia muda (3,8 per mil) telah didiagnosis menderita penyakit ginjal kronis oleh dokter. Yang mengkhawatirkan, tren penyakit ginjal kronis yang semula paling dominan diderita oleh usia lanjut, kini bergeser ke kelompok usia produktif.

Bukan menjadi rahasia lagi bahwa kerusakan organ tubuh bisa dipicu dari buruknya perilaku hidup seseorang. Demikian halnya dengan keruskan dan kegagalan fungsi organ ginjal. Berikut in beberapa penyebab dan perilaku buruk yang berisiko dan dapat merusak ginjal. Pertama, konsumsi makanan dan minuman tidak sehat. Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula menjadi salah satu faktor utama pemicu gagal ginjal di usia muda. Minuman bersoda, energy drink, dan makanan manis lainnya yang dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan diabetes yang pada akhirnya merusak ginjal . Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi minuman bersoda 1-2 kali sehari dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis. Makanan olahan yang tinggi natrium dan fosfor juga berbahaya bagi ginjal. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan fosfor terlalu banyak dari makanan olahan dapat membahayakan kesehatan ginjal dan tulang . Konsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah yang pada akhirnya merusak pembuluh darah di ginjal.

 

Kedua, gaya hidup tidak aktif. Duduk terlalu lama atau malas bergerak (mager) ternyata juga dapat memengaruhi kesehatan ginjal. Meski mekanismenya belum sepenuhnya dipahami, gaya hidup sedentari dapat meningkatkan tekanan darah dan mengganggu metabolisme glukosa - dua faktor yang penting bagi kesehatan ginjal . Sebaliknya, olahraga teratur seperti jalan kaki 4-5 kali seminggu dapat membantu menjaga kesehatan jantung yang juga baik untuk ginjal. Namun perlu diingat, olahraga yang berlebihan justru bisa merugikan. Aktivitas fisik ekstrem dapat menyebabkan rhabdomyolysis, kondisi dimana jaringan otot yang rusak melepaskan protein ke dalam darah yang dapat melukai ginjal.


Ketiga, kebiasaan merokok dan konsumsi alcohol. Seorang perokok aktif memiliki risiko 4 kali lebih tinggi mengalami gagal ginjal. Nikotin pada rokok menyebabkan penyempitan dan peradangan pada pembuluh darah, mengurangi aliran darah ke ginjal, dan akhirnya merusak fungsi ginjal . Kombinasi antara merokok dan minum alkohol bahkan dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis hingga lima kali lipat dibandingkan orang yang tidak merokok atau minum alkohol. Minuman beralkohol yang dikonsumsi berlebihan dapat melipatgandakan risiko penyakit ginjal kronis. Alkohol mengganggu fungsi ginjal dalam menyaring darah dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.

 

Keempat, kurang minum air putih. Banyak anak muda yang malas minum air putih, padahal aktivitas padat dan olahraga berat membuat tubuh sangat membutuhkan hidrasi yang cukup. Dehidrasi dapat menyebabkan penumpukan zat sisa metabolisme dan racun dalam tubuh, berkontribusi pada pembentukan batu ginjal dan infeksi saluran kemih yang pada akhirnya merusak ginjal.

 

Kelima, penggunaan obat-obatan tertentu. Konsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen, naproxen, dan aspirin secara berlebihan dapat menghambat produksi prostaglandin yang membantu mengatur aliran darah ke ginjal. Jenis obat ini juga dapat menyebabkan retensi cairan yang mengganggu fungsi ginjal . Pada label kemasan obat Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs (NSAID) terdapat anjuran untuk tidak mengonsumsinya lebih dari 10 hari untuk mengatasi nyeri dan tiga hari untuk demam. Konsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen, naproxen, dan aspirin secara berlebihan dapat menghambat produksi prostaglandin yang membantu mengatur aliran darah ke ginjal. Jenis obat ini juga dapat menyebabkan retensi cairan yang mengganggu fungsi ginjal . Pada label kemasan obat Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs (NSAID) terdapat anjuran untuk tidak mengonsumsinya lebih dari 10 hari untuk mengatasi nyeri dan tiga hari untuk demam .

 

Keenam, faktor keturunan dan kondisi medis tertentu. Riwayat keluarga dengan penyakit ginjal, diabetes, atau hipertensi meningkatkan risiko seseorang mengalami gagal ginjal di usia muda. Beberapa kondisi medis seperti polycystic kidney disease (PKD), hidronefrosis, atau ginjal tapal kuda juga dapat menyebabkan gagal ginjal pada usia muda . Diabetes tipe 1 yang biasanya dipengaruhi faktor genetik dapat berkembang menjadi nefropati diabetik jika tidak dikelola dengan baik. Penting diingat, kesehatan adalah asset penting tak ternilai yang harus benar – benar kita jaga dengan sebaik – baiknya. Perilaku yang kurang sesuai masih bisa diperbaiki dan dibenahi, demi kesehatan mari jaga perilaku hidup kita dengan baik dan sehat.  

 

(SKS)