Meskipun termasuk kanker yang relatif jarang terjadi, kanker testis adalah jenis kanker yang paling sering didiagnosis pada pria usia 15 - 35 tahun. Namun, kanker testis merupakan salah satu jenis kanker yang paling dapat disembuhkan terutama jika terdeksi sejak dini.
Kanker testis menyerang buah zakar (testis) yang merupakan bagian dari sistem reproduksi pria. Kasus ini langka terjadi, diperkirakan hanya 1 % dari semua kasus kanker yang terjadi pada pria. Penyebab kanker testis belum diketahui secar pasti, namun beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seorang pria untuk mengalami hal ini.
Kanker testis dapat terjadi pada semua kelompok usia meskipun pria usia 15 - 35 tahun merupakan kelompok usia dengan risiko tertinggi. Faktor risiko paling signifikan adalah testis tidak turun (kriptokidisme) dimana salah satu atau kedua testis tidak turun ke kantong scrotum sebelum lahir, bahkan meski sudah dilakukan operasi untuk memperbaiki kondisi ini. Jika ada riwayat keluarga (ayah atau saudara laki - laki) menderita kanker testis akan meningkatkan faktor risiko.
Selain itu, seorang pria yang pernah menderita kanker testis pada salah satu testis memiliki risiko terkena kanker pada testis yang satunya lagi. Kanker testis lebih sering terjadi pada pria kulit putih dibandingkan pria dengan kulit hitam. Angka tertinggi ditemukan di Eropa dan Amerika Utara.
Deteksi dini perlu dikakunan dengan melakukan Pemeriksaan Testis Sendiri (PTS). Waktu terbaik setelah mandi air hangat karena kulit scrotm dalam keadaan paling rileks. Secara visual saat berdiri di depan cermin, perhatikan apakah ad pembengkakan pada scrotum. Raba masing - masing testis, gunakan kedua tangan untuk merabanya, letakkan jari telunjuk dan jari tengandi bawah testis dan ibu jari diatas. Rasakan apakah ada benjolan keras seperti biji jagung, perubahn ukuran, bentuk dan konsistensi testis, Normalnya satu testis akan terasa lebih besar atau berada lebih rendah dari satunya. Jangan keliru menilai benjolan seperti tali yang lembut dan lunak dibelakang testis karena itu adalah epididimis bukan benjolan yang dicurigai sebagai kanker.
Jika teraba benjolan keras, bengkak, perasaan berat di srotum, nyeri diselangkangan atau perut bagian bawah segra berkonsultasi dengan dokter.
(SKS).