Jogja

RUMAH SAKIT JOGJA

RSUD Kota Yogyakarta

Selamatkan Nyawa: Bedakan Serangan Jantung dan Henti Jantung

18 Sep 2025

Pasti masyarakat sudah sering mendengar istilah serangan jantung dan henti jantung. Apakah keduanya sama atau berbeda? Keduanya adalah dua kondisi medis yang sangat berbeda, mari kita pahami keduanya sebagai pengetahuan kritis guna menyelamatkan nyawa baik diri sendiri maupun orang lain.

Serangan jantung (Heart Attack) adalah masalah sirkulasi darah (aliran darah) yang terjadi ketika aliran darah ke otot jantung tersumbat secara tiba-tiba, biasanya oleh gumpalan darah yang terbentuk di atas plak lemak (aterosklerosis) di pembuluh darah koroner. Tanpa pasokan darah yang kaya oksigen, bagian otot jantung yang dilayani oleh arteri yang tersumbat mulai mati.

Gejala khas serangan jantung adalah nyeri dada atau rasa tidak nyaman di tengah dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit, atau hilang timbul. Terasa seperti ditekan, diremas, atau sesak. Nyeri menjalar ke bahu, lengan (biasanya kiri), punggung, leher atau rahang. Selain itu muncul keringat dingin, mual atau pusing. Seseorang yang mengalami serangan jantung biasanya masih sadar dan bernafas.

Sedangkan henti jantung (Cardiac Arrest) adalah malfungsi sistem kelistrikan jantung yang menyebabkan jantung berdenyut secara kacau dan tidak efektif (aritmia fatal seperti ventricular fibrillation). Jantung bergetar, bukan memompa sehingga menghentikan sirkulasi darah ke seluruh tubuh, termasuk otak dan jantung itu sendiri.

Gejala khas henti jantung adalah kolaps secara tiba – tiba, tidak bereaksi (tidak sadar) saat dipanggil atau disentuh, nafas tidak normal, tidak ada denyut nadi dan dapat terjadi dalam hitungan detik tanpa ada peringatan atau tanda sebelumnya.

Pencegahan terbaik adalah dengan menerapkan diet sehat (kurangi lemak jenuh, garam, dan gula, perbanyak serat, buah dan sayur). Selain itu aktifitas fisik teratur 30 menit sehari, kendalikan tekanan darah, gula darah dan cholesterol. Jangan lupa berhenti merokok, kelola stress dan rutin medical check-up, terlebih jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung.

Segera cari pertolongan medis atau bawa ke UGD saat menemukan kondisi serangan jantung. Buat korban merasa nyaman dengan posisi setengah duduk, dan berikan obat rutin seperti nitrogliserin dan aspirin (pada korban yang berobat rutin).

Jika mendapati henti jantung, segera panggil bantuan professional (ambulance gawat darurat), lakukan resusitasi jantung paru dengan menekan dada kuat dan cepat 100 – 120 tekanan permenit sampai tim medis datang. Gunakan  Automated External Defibrillator (AED) jika tersedia.

(SKS).