Pasti masyarakat sudah sering mendengar
istilah serangan jantung dan henti jantung. Apakah keduanya sama atau berbeda?
Keduanya adalah dua kondisi medis yang sangat berbeda, mari kita pahami
keduanya sebagai pengetahuan kritis guna menyelamatkan nyawa baik diri sendiri
maupun orang lain.
Serangan
jantung (Heart Attack) adalah masalah sirkulasi darah (aliran darah)
yang terjadi ketika aliran darah ke otot jantung tersumbat secara tiba-tiba,
biasanya oleh gumpalan darah yang terbentuk di atas plak lemak (aterosklerosis)
di pembuluh darah koroner. Tanpa pasokan darah yang kaya oksigen, bagian otot
jantung yang dilayani oleh arteri yang tersumbat mulai mati.
Gejala khas
serangan jantung adalah nyeri dada atau rasa tidak nyaman di tengah dada yang
berlangsung lebih dari beberapa menit, atau hilang timbul. Terasa seperti
ditekan, diremas, atau sesak. Nyeri menjalar ke bahu, lengan (biasanya kiri),
punggung, leher atau rahang. Selain itu muncul keringat dingin, mual atau
pusing. Seseorang yang mengalami serangan jantung biasanya masih sadar dan
bernafas.
Sedangkan
henti jantung (Cardiac Arrest) adalah malfungsi sistem kelistrikan
jantung yang menyebabkan jantung berdenyut secara kacau dan tidak efektif
(aritmia fatal seperti ventricular fibrillation). Jantung bergetar,
bukan memompa sehingga menghentikan sirkulasi darah ke seluruh tubuh, termasuk
otak dan jantung itu sendiri.
Gejala khas
henti jantung adalah kolaps secara tiba – tiba, tidak bereaksi (tidak sadar)
saat dipanggil atau disentuh, nafas tidak normal, tidak ada denyut nadi dan
dapat terjadi dalam hitungan detik tanpa ada peringatan atau tanda sebelumnya.
Pencegahan terbaik adalah dengan
menerapkan diet sehat (kurangi lemak jenuh, garam, dan gula, perbanyak serat,
buah dan sayur). Selain itu aktifitas fisik teratur 30 menit sehari, kendalikan
tekanan darah, gula darah dan cholesterol. Jangan lupa berhenti merokok, kelola
stress dan rutin medical check-up, terlebih jika memiliki riwayat keluarga
dengan penyakit jantung.
Segera cari pertolongan medis
atau bawa ke UGD saat menemukan kondisi serangan jantung. Buat korban merasa
nyaman dengan posisi setengah duduk, dan berikan obat rutin seperti
nitrogliserin dan aspirin (pada korban yang berobat rutin).
Jika mendapati henti jantung,
segera panggil bantuan professional (ambulance gawat darurat), lakukan
resusitasi jantung paru dengan menekan dada kuat dan cepat 100 – 120 tekanan
permenit sampai tim medis datang. Gunakan Automated External
Defibrillator (AED) jika tersedia.
(SKS).