Jogja

RUMAH SAKIT JOGJA

RSUD Kota Yogyakarta

Skrining dan Deteksi Dini: Kunci Pencegahan Kanker Leher Rahim

11 Sep 2025

Tahun 2022, kanker leher rahim menempati posisi kedua kasus kanker terbanyak pada perempuan di Indonesia dengan 78.871 kasus baru pertahun. Mirisnya, hal ini juga dibarengi tingginya angka kematian akibat kanker leher rahim yang mencapai 36.633 kematian perempuan di Indonesia pertahun. Sementara di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) setiap tahun lebih dari 300 perempuan terdiagnosis kanker leher rahim dan sekitar 50% diantaranya meninggal. Fenomena ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran akan pencegahan dan deteksi dini  kanker leher rahim di masyarakat.

Sekitar 99,7% kasus kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV), virus yang umum dan sangat mudah menular melalui kontak seksual. Kelompok risiko tinggi kanker leher rahim adalah perempuan yang masih aktif secara seksual, sering berganti partner seksual, memulai aktifitas seksual terlalu dini, imunitas rendah atau lemah (HIV) dan perokok aktif.

Perlu diwaspadai jika didapati perdarahan abnormal diluar siklus menstruasi atau setelah menopause, keputihan yang tidak biasa (berwarna coklat, mengandung darah dan berbau), nyeri panggul saat berhubungan intim dan nyeri punggung bawah. Kanker leher rahim di stadium awal seringkali tidak menimbulkan gejala sehingga membuat kanker ini sering terlambat terdeteksi dan terdiagnosis saat sudah stadium lanjut.

Meskipun kanker ini menjadi momok dikalangan perempuan, namun dapat dicegah hampir 100% melalui skrining dan vaksinasi yang efektif. Skrining bertujuan untuk mendeteksi adanya perubahan sel pra-kanker sebelum berubah menjadi kanker ganas. 

Dua metode skrining utama yang mudah diakses di Indonesia adalah yang pertama tes Inspeksi Visual Asetat (IVA), metode sederhana, murah dan cepat. Kedua, papsmear yaitu skrining dengan pengambilan sampel sel dari leher rahim (serviks) untuk di periksa di laboratorium guna mendeteksi adanya sel – sel abnormal. Perempuan yang sudah menikah atau aktif secara seksual disarankan melakukan skrining secara rutin setiap 3 – 5 tahun.

Selain skrining, pencegahan primer yang sangat efektif selanjutnya adalah dengan vaksinasi HPV. Vaksin ini diberikan untuk melindungi tubuh dari infeksi HPV tipe onkogenik (tipe penyebab kanker). Vaksin HPV paling optimal diberikan pada anak perempuan usia 9 – 14 tahun, sebelum aktif secara seksual.

Kanker leher rahim bukanlah takdir, kematian akibat kanker ini dapat dihindari dengan tiga langkah utama, cegah (vaksinasi), skrining atau deteksi dini dan segera atasi (obati). Mari lakukan pencegahan dengan skrining, deteksi dini dan vaksinasi HPV untuk investasi sehat, melindungi diri dan menyelamatkan nyawa perempuan dari ganasnya kanker leher rahim.

 

(SKS).