Malaria adalah
penyakit yang disebabkan oleh parasite plasmodium dan ditularkan melalui
gigitan nyamuk anopheles betina. Meskipun di Indonesia telah membuat
kemajuan signifikan dalam pengendalian malaria, namun tetap masih menjadi
ancaman terutama di daerah endemis seperti Papua, Papua Barat dan Nusa Tenggara
Timur. Bagaimana dengan di Yogyakarta? Meskipun dalam kurun 2023 – 2025 tidak ada
laporan kematian akibat malaria di Yogyakarta namun kewaspadaan tetap
diperlukan. Kewaspadaan terhadap malaria diperlukan khususnya pada kasus malaria
impor yang bisa dibawa oleh seseorang yang pernah berkunjung di daerah endemis
malaria.
Selain itu, pada
jenis parasit malaria ( plasmodium vivak dan plasmodium
ovale) bisa mengalami kekambuhan karena bertahan di organ hati berbulan –
bulan bahkan bertahun – tahun. Jenis parasit ini bisa aktif kembali dan
menyebabkan gejala yang berulang.
Parasit plasmodium
menginfeksi sel darah merah umumnya memiliki gejala seperti demam tinggi,
menggigil, sakit kepala, mual dan muntah, nyeri otot dan rasa kelelahan yang ekstrem.
Jika tidak diobati dengan tepat, malaria dapat menyebabkan komplikasi serius
seperti anemia berat, gagal ginjal dan kerusakan organ lain serta infeksi
otak (malaria serebral) yang dapat berakibat fatal.
Meskipun
demikian, ada upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat seperti
menjaga kebersihan lingkungan terutama mencegah tempat perkembangbiakan nyamuk,
hindari gigitan nyamuk dan jika berkunjung ke daerah endemis dapat mengkonsumsi
obat untuk pencegahan sesuai advice dokter.
(SKS)