Jogja

RUMAH SAKIT JOGJA

RSUD Kota Yogyakarta

Waspada Kanker Paru: Pahami, Cegah dan Deteksi Dini

04 Sep 2025

Kanker paru merupakan salah satu jenis kanker yang paling mematikan, tidak hanya di dunia tetapi juga di Indonesia. Penyakit ini sering kali baru terdeteksi pada stadium lanjut, sehingga penanganannya menjadi lebih sulit. Di perkirakan ada 68.209 kasus baru di tahun 2022 dengan angka kejadian pada laki – laki sebanyak 48.254 dan pada perempuan 19.955 kasus. Sedangkan angka kematian akibat kanker paru di tahun 2022 sebanyak 61.729 kematian.

Kanker paru terutama bermula di saluran udara (bronchus) kemudian berkembang di jaringan paru tanpa terkendali yang menyebabkan gangguan fungsi pernafasan. Selanjutnya sel kanker dapat menyebar (metastasis) ke kelenjar getah bening dan organ lain seperti otak, tulang dan hati.

Gejala kanker paru seringkali tidak muncul sampai kanker berkembang ke stadium lanjut. Gejala yang perlu diwaspadai seperti batuk menetap atau memburuk dan tidak kunjung sembuh, batuk berdarah meskipun hanya sedikit, sesak nafas, nyeri dada dan suara serak yang tak kunjung membaik. Selain itu, terjadi penurunan berat badan dan kehilangan nafsu makan, mudah lelah dan lemah serta mengalami infeksi paru berulang (bronchitis atau pneumonia).

Perlu kewaspaadaan ekstra ketika seseorang adalah perokok aktif maupun pasif karena merokok merupakan factor risiko terbesar (80-90%) dari kematian akibat kanker paru. Selain itu, para pekerja industri, konstruksi, pelayaran, pertambangan dan pemadam kebakaran yang terpapar bahan berbahya secara terus menerus (asbes, arsenic, nikel, kromium, tar). Paparan polusi jangka panjang dari asap pembakaran kayu dan minyak untuk memasak juga perlu diwaspadai. Perhatikan dan waspadai jika memiliki riawayat keluarga menderita kanker paru atau memiliki riwayat radiasi di daerah dada pada pengobatan limfoma atau kanker payudara. Risiko kanker paru meningkat seiring bertambahnya usia.

Mari upayakan pencegahan bersama – sama. Berhenti merokok atau jangan memulai untuk merokok, hindari asap rokok, hindari karsinogen di tempat kerja (ikuti protokol keselamatan kerja dengan ketat), konsumsi makanan kaya buah dan sayur serta aktifitas fisik teratur 150 menit perminggu.

Jangan tunggu sampai gejala muncul. Kenali risiko Anda, lakukan perubahan gaya hidup, dan diskusikan opsi skrining dengan tenaga medis. Langkah proaktif Anda hari ini dapat menyelamatkan hidup di masa depan.

(SKS).